Jumat, 11 Desember 2015

Holiday is going to come

Well guys.. setelah beberapa bulan vakum,,, I'm come back again... :)

Natalan sebentar lagi guyss, dan saat natalan itulah yang aku tunggu tunggu.. :) 
Berkumpul dan bertemu dengan my sweet family,, it's so wonderful .. Hopefully, acara natalan nya bisa berjalan dengan lancar..

Btw, holiday tinggal seminggu lagi kan...
Nah bagi temen temen yang belum pernah ke jogja dan ingin ke jogja, ada banyak tempat untuk memanjakan diri lho guys.. 

Nih saya perkenalkan salah satu tempat rekreasi yang baru di Jogjakarta, yang akan resmi pada tanggal 20 Desember 2015 ini...

JOGJA ADVENTURES PIRATES WATERPARK...



Tentunya hal tersebut sangatlah ditunggu tunggu oleh para pecinta air :D termaksud saya.. 

Dibawah ini adalah beberapa kutipan yang saya ambil dari http://kanaljogja.com/mantap-jogja-bay-menjadi-waterpark-terbesar-dan-tercanggih-di-indonesia/ check it out:


"Taman wisata waterpark seluas 7,7 hektar ini persis ada di sebelah utara Stadion Maguwoharjo jadi sangat mudah menemukannya. Pihak pengelola setidaknya telah menyiapkan 19 wahana air yang siap memanjakan siapa saja dengan pengalaman berbeda. 

Salah satu wahana yang diprediksi akan menjadi rebutan adalah How to survive in stunam and earthquake. Dalam wahana yang menggambarkan adanya tsunami ini pengunjung akan bisa merasakan derasnya ombak bagaikan tertelan tsunami.

Tapi jangan kuatir, semua aman dan telah teruji tidak sampai membahayakan nyawa. Disini pengunjung juga bisa belajar bagaimana atau apa yang harus dilakukan bial terjadi ombak besar.
Dan satu tiket untuk anak anak akan dikenakan 50 ribu rupiah sedangkan untuk dewasa 90 ribu rupiah. "



Lumayan lah buat gambaran besok kalau mau liburan keluarga.. Dan tentunya liburan besok ke sini ;p


Kamis, 23 Juli 2015

Tips dan Cara Mendapatkan IPK Cumlaude

Mendapatkan Ipk tinggi diatas 3.51  tentunya merupakan dambaan semua mahasiswa teknik, sebenernya tidak semua juga tetapi beberapa mahasiswa..Ada yang berpendapat bahwa kuliah di jurusan teknik sangat susah untuk memperoleh Ipk cumlaude, namun dengan kerja keras dan usaha yang tak pernah pupus diterjang badai sekalipun tentunya tak lupa dengan doa dan restu orang tua, sesuatu yang sangat sulit itu akan menjadi mungkin, dan itu merupakan kunci kesuksesan dalam menggapai Ipk tinggi.

Ada beberapa tips yang mau saya sharing dengan teman - teman mahasiswa/i, dan semoga bermanfaat :

1. Belajarlah untuk membuat schedule rutin harian dan laksanakan.

Membuat schedule sih memang gampang, tapi bagaimana kita bisa menjalani jadwal yang telah kita buat dengan teratur itu sangatlah susah. Tentunya, banyak godaan yang akan datang silih berganti. But, back to yourself guys!! Kalo orang lain bisa, kenapa kita tidak?! Comen On, Open your eyes guys!

2. Jangan sekali - kali mencoba untuk menunda pekerjaan.

Memang sih rasa malas akan selalu muncul ketika tugas kuliah muncul silih berganti.. Kalau ditunda terus kapan selesainya, ya gak?  Ada sisi positif nya kok kalau kita membiasakan diri untuk tidak menunda pekerjaan/tugas kuliah, nanti bakal kalian rasakan sendiri. Anggap tugas itu adalah latihan buat kalian semua untuk menjadi calon pemimpin yang disiplin kelak..

3. Ubah cara belajarmu

Yang terkadang belajar hanya saat akan menghadapi UTS atau pun UAS, bahkan semalaman suntuk belajar, itu adalah cara yang salah bila ingin mendapatkan ipk tinggi. Cobalah ubah belajar kalian dengan pola yang rutin. Sisihkan waktu minimal 15 menit saja untuk belajar, alhasil pasti akan memuaskan.

4. Belajar dan sharing bersama teman.

Ada baiknya bila kita suka sharing ilmu dengan teman teman sapapun itu, tentunya itu akan mengasah daya ingatmu dan mempertajam ilmumu, dibanding mengosipin orang yang tidak tidak.. Jadi coba manfaatkan waktumu sebaik mungkin. Karena dengan sharing ilmu, ilmu kalian tidak akan hilang kok malah makin berkembang.

5. Bertanya sama yang paham.

Ada pepatah yang mengatakan, "malu bertanya sesat dijalan".. Nah kalau kalian bingung mengenai beberapa mata kuliah, cobalah kalian bertanya, tidak harus sama dosen kok (soalnya sebagian mahasiswa/i malu atau takut buat bertanya ke dosen) kalian bisa bertanya pada orang yang kalian anggap tahu ya, tapi jangan yang sok tahu. Salah-salah bakal kesesat sendiri.

Nah itu 5 tips yang dapat saya sampaikan,, semoga dapat berguna untuk kedepannya..
Salam Cumlaude.. :)













Kumpulan Soal SMA (Sekolah Menengah Atas) kelas 12 IPA

Halooo kawan kawan..
Ini saya mau sedikit membantu adek adek semua yang sedang duduk di bangku kelas 12 SMA IPA (MIA) mengenai beberapa materi dan soal -soal latihan untuk beberapa mata pelajaran..
Semoga dapat bermanfaat dan membantu ya...

Bisa di download disini ya...

1. Matematika kelas 12 SMA
https://drive.google.com/open?id=0B-d9ee5Pr93TTm1tNUZ0SmthcVE

2. Biologi kelas 12 SMA
https://drive.google.com/open?id=0B-d9ee5Pr93Td1FSUnBEVXA0VWM

3. Kimia kelas 12 SMA
https://drive.google.com/open?id=0B-d9ee5Pr93TaHlDN0dydjBFMk0

4. Fisika kelas 12 SMA
https://drive.google.com/open?id=0B-d9ee5Pr93TYnFESWkzSzBpeDQ

Good Luck :)


Senin, 20 Juli 2015

Cara Menggunakan Goal Seek di Excel

Oke guys.. Goal seek dapat membantu permasalahan kita bila ada variabel yang kita tidak ketahui dan kita harus mencarinya..  Khususnya bagi yang mengerjakan TA pra rancangan pabrik kimia, maupun penelitian dalam menghitung koefisien transfer massa suatu komponen tanpa harus menggunakan program scilab.

Pertama tama, kita harus tahu terlebih dahulu dimana letak goal seek itu..

1. Buka Ms.Office Excel (khusus yang 2007 ya)
2. Kilik Data > What If Analysis >Goal Seek
    Maka akan muncul seperti dibawah ini

set cell : cell yang akan kalian targetkan angkanya sesuai dengan keinginan kalian (set point)
To value : jumlah nomimal yang akan kalian tetapkan sebagai target
By changing cell : cell yang akan kalian manipulasi agar mengikuti set point yang telah kalian             tetapkan sebelumnya.

3. Klik Ok

Semoga Bermanfaat.









Cara Menggunakan Pivot Table di Ms. Excel

Tentunya banyak sekali program yang ada di excel ya guys yang sangat bermanfaat..
Kali ini saya mau share tentang penggunaan pivot table biar mempercepat pekerjaan dalam merangkum suatu data yang jumlahnya ribuan..
Check it out...

1. Disini saya beri contoh data (tergantung pada data kalian di lembar excel)


 Dari data tersebut, kita dapat diketahui besarnya Material A1, A2, B1, dan B4 menggunakan pivot table, tanpa harus menghitung manual atau tanpa harus menggunakan rumus function (sumif)

2. Klik menu insert >Pivot Table



4.Maka akan Muncul menu Create Pivot Table

5. Dari menut create pivot Table, isi kolom Table/Range, dengan memblock data yang telah anda buat. Seperti dibawah ini


6. Kemudian, isi pada kolom existing worksheet dengan cara meng;klik sembarang sheet/lembaran kosong. Seperti contoh dibawah ini.


7. Maka Akan muncul seperti dibawah ini (perhatikan kolom K dan L )


Dengan demikian besarnya jumlah Material A1, A2, B1, dan B4 dapat di ketahui tanpa harus menghitung secara manual atau dengan rumus function.
Apabila anda ingin mengetahui nilai rata rata nya dapat dengan mengubah menu pivot table field list>values>sum of jumlah>value field setting>average>OK , maka akan keluar seperti dibawah ini :



Semoga bermanfaat ya guys..





Senin, 13 Juli 2015

Proses dalam (Pra Rancangan) Pabrik Asetanilida dari Anilin dan Asam Asetat

Heloooooooo guysss...
Saya mau share ilmu tentang proses rancangan pabrik asetanilida ya...

  • Apa sih asetanilida itu?
Asetanilida atau sering disebut N-Phenilasetamida mempunyai rumus molekul C6 H5 NHCOCH3 dan berat molekul 135,16 g/gmol. Asetanilida merupakan senyawa turunan asetil amina aromatis yang digolongkan sebagai amida primer, dimana satu atom hidrogen pada anilin digantikan dengan satu gugus asetil. Asetinilida berbentuk butiran berwarna putih (kristal) tidak larut dalam minyak parafin dan larut dalam air dengan bantuan kloral anhidrat. 
(Kirk-Othmer, 1981)

Asetanilida pertama kali ditemukan oleh Friedel Kraft  pada tahun 1872  dengan cara mereaksikan asethopenon dengan NH2OH sehingga terbentuk asetophenon oxime yang kemudian dengan bantuan katalis dapat diubah menjadi asetanilida. Pada tahun 1899 Beckmand menemukan asetanilida dari reaksi antara benzilsianida dan H2O dengan katalis HCl. Lalu, pada tahun 1905 Weaker menemukan asetanilida dari anilin dan asam asetat.

Well sudah tau kan apa itu asetanilida..
Untuk pembentukan asetanilida sendiri banyak proses, tapi untuk mendapatkan proses yang tepat maka harus ditinjau dari berbagai tinjauan, seperti tinjauan ekonomi, termodinamika, kinetika, sehingga dapat memimilih dengan tepat proses yang sesuai dan menguntungkan pastinya.. Meskipun qt orang teknik tapi tentunya tidak mau rugi donk, oleh karena itu tinjauan ekonomi sangatlah diperlukan.. oleh karena itu saya memilih pembentukan asetanilida dari anilin dan asam asetat.

Adapun rumus dalam menentukan ekonomi potensial untuk tinjauan nonteknik(ekonomi) suatu proses, sebagai berikut :

Potensial Ekonomi(EP)= Harga Produk – Harga Bahan Baku
.

  • Lalu bagaimana proses nya?

Proses pembuatan asetanilida dari hasil reaksi antara anilin dengan asam asetat secara garis besar terdiri dari 3 tahap operasi, yaitu:
Tahap persiapan bahan baku
Tahap reaksi
Tahap pemisahan dan kristalisasi

1 . Tahap Persiapan Bahan Baku 

Bahan baku asetanilida adalah asam asetat dan anilin dengan fasa cair. Masing-masing bahan baku disimpan di dalam tangki penyimpanan, untuk asam asetat disimpan pada tangki (T-01) dan aniline disimpan pada tangki (T-02) untuk memenuhi kebutuhan produksi. Pada temperatur 30oC dan tekanan 1 atm bahan baku diumpankan ke reaktor (R-01). Sebelum memasuki reaktor (R-01) asam asetat dan anilin masing-masing dialirkan melalui pompa sentrifugal (P-03 dan P-04) untuk menaikkan tekanan hingga 2,5 atm. Kemudian asam asetat dan aniline masing-masing dipanaskan pada heater (HE-01 dan HE-02) hingga mencapai suhu 155oC.

2. Tahap Reaksi 

Bahan baku yang telah dipanaskan dan disesuaikan kondisi operasinya diumpankan ke dalam reaktor (R-01). Reaktor yang digunakan adalah tipe Reaktor  Alir Tangki Berpengaduk (RATB) karena reaksi berlangsung pada fasa cair, disamping itu reaktor juga dilengkapi dengan pengaduk dan coil pendingin. RATB yang digunakan berjumlah 3 buah yang di susun secara seri, dengan konversi pada reaktor-01 sebesar 32%, reaktor-02 sebesar 66% dan reaktor-03 98%.
Adapun fungsi pengaduk pada reaktor ini adalah untuk membuat seluruh umpan yang masuk dapat bercampur dengan sempurna. Faktor tumbukan dipengaruhi oleh sifat pencampuran pereaksi. Jika pereaksi-pereaksi tidak saling melarutkan atau tidak dapat bercampur dengan sempurna maka pengaduk sangat dibutuhkan. Sedangkan coil pendingin yang digunakan pada reaktor ini adalah sebagai penyerap panas, dan juga sebagai penstabil suhu reaktor karena reaksi antara asam asetat dan anilin bersifat eksotermis. 

Reaksi yang terjadi dalam reaktor :
C6 H5 NH2+CH COOH(→┴k ) C6 H5 NHCOCH3+H2O

Reaktor beroperasi pada suhu 155oC dan tekanan 2,5 atm (untuk mempertahankan fasa cair) serta berlangsung selama 1,5 jam (hasil optimasi). Produk keluaran reaktor (R-01) yang terdiri dari asetanilida, air, dan sisa reaktan selanjutnya diumpankan ke evaporator (EV-01).

3. Tahap Pemisahan dan Kristalisasi 

Dari reaktor (R-03), anilin, asam asetat, asetanilida dan air dialirkan ke triple effect evaporator untuk mendapatkan konsentrasi asetanilida yang lebih pekat sebesar 98% dengan cara menguapkan reaktan yang tersisa (anilin dan asam asetat) serta untuk mengurangi kandungan air pada asetanilida. 
Evaporator pada efek 1 bekerja pada tekanan 1 atm dan suhu 161,6 0C. Uap air beserta impurities (uap aniline dan asam asetat)  pada efek 1 masuk kedalam efek 2 sebagai media pemanas , pada efek 2 keluar pada tekanan 0,804 atm dan temperatur 129,90C. Uap air beserta impurities (uap aniline dan asam asetat) pada efek 2 masuk ke efek 3 dan keluar pada tekanan 0,62 atm pada suhu 100,120C. Uap keluar pada efek 3 diembunkan menggunakan barometric condenser.
Setelah melalui proses evaporasi, asetanilida, asam asetat, anilin dan air dialirkan ke dalam kristalizer (CR-01) untuk dikristalkan. Pembentukan butir-butir kristal asetanilida terjadi pada temperatur 30oC pada tekanan 1 atm. Untuk menjaga temperatur selama proses kristalisasi sedang berlangsung, digunakan jaket pendingin. Produk yang keluar dari kristalizer berupa kristal asetanilida yang telah terbentuk yang masih mengandung sedikit larutan induk (mother liquor).
Selanjutnya asetanilida diumpankan ke sentrifuse (CF-01) untuk memisahkan kristal asetanilida yang terbentuk dengan larutan induk. Pada sentrifuse (CF-01), terjadi proses pemisahan mother liquor yang merupakan sisa larutan induk paska proses kristalisasi dari kristal asetanilida yang telah terbentuk. Jumlah mother liquor yang terpisah di buang ke unit utilitas bagian wastewater treatment untuk diolah lebih lanjut.
Setelah kristal asetanilida dipisahkan dari mother liquor, kadar air yang terkandung dalam produk sangat rendah, bahkan telah memenuhi spesifikasi produk penjualan. Untuk memenuhi spesifikasi ukuran produk penjualan, maka produk asetanilida diumpankan ke ball mill  untuk dihaluskan dan kemudian di screening hingga diperoleh produk yang lolos 100 mesh. Produk dapat disimpan di dalam silo (SL-01). Untuk kemudian dapat dikemas, disimpan dalam gudang dan siap dipasarkan.




Gambar 1. Diagram Alir Kuantitatif Pra Rancangan Pabrik Asetanilida dari Anilin dan Asam Asetat





Gambar 2. Diagram Alir Kualitatif  Pra Rancangan Pabrik Asetanilida dari Anilin dan Asam Asetat
















Limbah Tebu Tak Semanis Rasanya, Tak Sepahit Kelihatannya

 Proses kimia sangat berperan penting dalam kemajuan Industri-Industri di Indonesia dalam memproduksi suatu produk yang bermanfaat dan bernilai tinggi untuk kemajuan perekonomian Indonesia yang semakin hari terpuruk dengan keadaan. Industri Gula merupakan salah satu dari berbagai macam indutri yang memanfaatkan penggunaan proses kimia dalam pengelolaan produksi gula sebagai bahan pemanis yang akan dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat. Jumlah Industri Gula yang saat ini masih beroperasi di Indonesia  ada sejumlah 58 Industri Gula dimana 54 Industri berada di Pulau Jawa dan sisanya berada di luar Pulau Jawa  (Sumatera dan Sulawesi.

Namun disisi lain, pertumbuhan Industri Gula telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan yang cukup serius. Setiap kegiatan Industri menghasilkan limbah Industri yang dapat meresahkan masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Industri Gula. Berbagai macam gangguan-gangguan lingkungan yang disebabkan oleh buangan limbah Indutri Gula baik berdampak terhadap pencemaran lingkungan seperti pencemaran air, pencemaran udara maupun pencemaran tanah. Dampak negatif tersebut akan secara langsung dirasakan oleh masyarakat maupun oleh makhluk hidup lain yang habitatnya terganggu akibat pencemaran serta kerusakan lingkungan. Berbagai macam reaksi protes dari masyarakat, keluhan maupun menuntut kepada pihak terkait untuk mengganti rugi baik secara material maupun nonmaterial dikarenakan telah merusak fungsi lingkungan hidup dan mencemari habitat dimana makhluk hidup tersebut tinggal. Diperlukan penanganan yang cepat dalam pengelolaan limbah industri dengan baik agar tidak mencemari lingkungan di sekitar Industri maka masyarakat tidak terkena dampak negatif tersebut. 

Namun sayangnya, kurangnya penanganan yang cepat serta kurangnya perhatian dan kepedulian yang khusus terhadap lingkungan sekitar menyebabkan kerusakan ekosistem yang semakin terpuruk, ditambah dengan lemahnya usaha pihak terkait dalam menangani pencemaran lingkungan dapat memberikan nilai negatif tersendiri terhadap kemajuan ekonomi Industri. Berbagai macam limbah Industri Gula yang dihasilkan setiap unit kegiatan yang dilakukan, terdapat limbah padat,cair maupun limbah gas yang efeknya sangat berbahaya. Ampas tebu, pucuk tebu, biotong, tetes bahkan asap buangan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga apabila tidak dimanfaatkan untuk diproses lebih lanjut dan hanya dibuang di sekitar lingkungan yang hanya memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, serta kematian tumbuhan maupun hewan yang semula tumbuh subur dan berkembang biak dengan baik. Tetes merupakan hasil limbah berupa cair yang diproduksi kurang lebih 4,5 % atau 1,5 ton. Ampas tebu merupakan limbah padat yang selalu dihasilkan dalam pembuatan gula dan diproduksi 32% atau sekitar 10,5 juta ton pertahun sedangkan blotong juga merupakan limbah padat yang dihasilkan 3,8% atau kurang lebih sekitar 1,3 juta ton. Hal tersebut merupakan ancaman berbahaya bagi kelangsungan hidup makhluk hidup karena semakin banyaknya limbah yang dihasilkan oleh Industri Gula. Akan tetapi, lain halnya jika limbah industri tersebut dikelola untuk diproses lebih lanjut akan memberikan manfaat tersendiri dan nilai ekonomis yang akan memberikan keuntungan secara material, antara lain limbah-limbah tersebut diproses yang kemudian akan menghasilkan suatu produk yang dapat dipasarkan di pasar Industri maupun secara nonmaterial. 

          Dilain pihak, masih banyak Industri Gula yang kurang cermat dalam memanfaatkan limbah Industri menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah tersendiri sehingga akibatnya limbah industri khusunya limbah cair dibuang di sepanjang aliran sungai dekat dengan pemukiman penduduk . Parahnya sungai tersebut dijadikan sebagai sumber mata air dan segala aktivitas yang mendukung untuk mengkonsumsi air yang telah tercemar. Mandi, mencuci, sumber air minum, dan sebagai sumber perairan sawah merupakan aktivitas sehari-hari masyarakat tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Tidak heran masyarakat sekitar mengalami berbagai jenis penyakit. Berbagai jenis penyakit kulit, diare, hepatitis A merupakan sedikit jenis penyakit dari berbagai jenis penyakit yang diderita masyarakat akibat dari keteledoran Industri sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan berupa pencemaran air. Kondisi air sungai yang semula bersih sekarang menjadi kotor dengan bau yang menusuk hidung. Pemandangan tersebut merupakan hal yang sangat biasa bagi masyarakat yang tinggal di pemukiman dekat dengan Industri Gula. Di Indonesia, lebih dari seratus ribu balita yang meninggal akibat penyakit diare setiap tahunnya karena telah mengkonsumsi air yang tidak layak untuk diminum. Tindakan yang tegas dari Pemerintah setempat sangatlah diperlukan agar adanya tindakan dari pihak Industri untuk memperbaiki saluran aliran pembuangan limbah dan tentunya dengan penanganan melalui instalasi pengolahan air limbah dapat membantu mengatasi krisis air bersih yang saat ini dialami oleh masyarakat sekitar. Pada umumnya limbah cair yang dihasilkan dari Industri Gula ini tergolong bukan limbah beracun dan berbahaya. Namun lebih baiknya, apabila mengelola limbah tersebut menjadi suatu produk yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi, seperti tetes yang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam fermentasi sehingga dapat menghasilkan etanol, asam asetat, MSG dan masih banyak lagi. Namun hal itu, kurang mendukung dalam mengatasi masalah limbah cair yang dihasilkan oleh suatu Industri Gula karena tentunya peningkatan limbah tetes yang dikemudian hari akan membawa masalah buruk bagi lingkungan. Penanganan yang tepat untuk limbah tetes tebu dengan meningkatkan suhu kurang lebih 37 celcius sebelum memasuki tangki penyimpanan. Dengan adanya peningkatan suhu tersebut, tetesan-tetesan dari cairan tebu dapat diuapkan. Limbah tetes juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk.

Tentunya kerusakan lingkungan tidak hanya semata-mata terdapat di sepanjang aliran sungai, namun banyak sekali pencemaran yang diakibatkan oleh Industri tersebut. Asap yang keluar dari cerobong reaktor Indutri merupakan contoh dari pencemaran udara, tentunya akan memberikan dampak buruk bagi saluran pernapasan manusia. Masyarakat yang tinggal di sekitar area Industri Gula harus selalu menggunakan masker pelindung. Senyawa kimia yang terkandung dalam asap salah satunya belerang dioksida yang diakibatkan  dari proses pemurnian yang kurang sempurna. Senyawa tersebut sangatlah beracun dan dapat merusak kerja sistem pernapasan manusia sehingga mengakibatkan sesak napa. Fungsi kerja paru-paru menjadi terganggu, iritasi pada mata akibat debu-debu yang terkandung dalam asap. Bau yang menyengat serta suara yang membising yang akan mengakibatkan kerusakan pada sistem pendengaran manusia. Diperlukan adanya pengendalian pencemaran udara baik pada pengendalian pada pencemar maupun pada pengenceran gas. Semua usaha tersebut dapat dilakukan secara maksimal. Suatu Industri Gula harus memiliki alat-alat pemisah debu karena dalam pengelolaan asap dan debu dengan cara memisahkan partikel-partikel padat tersebut yang akan menghasilkan suatu pupuk sangat dibutuhkan peralatan tersebut. Gas karbondioksida yang keluar dari cerobong  reaktor dapat dimanfaatkan kembali dalam proses pemurnian nira yang dapat menggantikan peran sulfur dioksida.

Limbah padat yang dihasilkan oleh Industri Gula dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan permukaan tanah. Sisa limbah cairan yang meresap ke dalam permukaan tanah dimana tumbuhan tumbuh dengan subur dapat menjadi mati atau tidak tumbuh dengan sewajarnya. Ampas tebu merupakan salah satu contoh hasil sisa dari produksi gula dan merupakan limbah padat yang dapat memiliki potensi dalam pencemaran tanah. Ampas tebu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler suatu Industri dalam pemenuhan energi Indutri apabila produksi limbah ampas tebu berlebihan dari kebutuhan yang telah diperhitungkan sebelumnya. Ampas tebu tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pulp yang akan dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas pada Industri Kertas. Ampas tebu mengandung polisakarida dapat diolah menjadi suatu produk atau senyawa kimia yang sangat bermanfaat bagi sektor Industri lainnya. Limbah padat lainnya yang dihasilkan adalah blotong yang merupakan hasil dari proses produksi gula yang tentunya akan dihasilkan dalam jumlah yang sangat besar. Blotong dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Namun masih banyak masyarakat khusunya petani yang kurang mengerti akan manfaat dari blotong tersebut.

Dengan demikian, pencegahan terjadinya kerusakan fungsi lingkungan hidup wajib diterapkan agar limbah yang mengganggu lingkungan serta ketidak ramahan lingkungan dapat diatasi dengan daik  dengan penanganan yang lebih tepat, dan dengan menjadikan suatu produk yang bermanfaat, serta didukung dengan memperhatikan konsep tentang pengelolaan mengenai Analisi mengeni dampak lingkungan(Amdal) yang baik secara teknis seperti penanganan dan pengelolaan sanitasi lingkungan dan Industri. Ditambah dengan adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dari limbah Industri. Potensi adanya gangguan kesehatan masyarakat, terjadinya peningkatan volume sampah, penurunan kualitas sumber air bersih, peningkatan kebisingan dapat teratasi. Namun yang sangat penting adalah memiliki prinsip dimana tidak menimbulkan suatu masalah baru bagi lingkungan sekitar serta didukung adanya kesadaran terhadap kepedulian lingkungan sekitar.